Kamis, 23 Agustus 2012

7 LANGKAH JITU MENGHILANGKAN TRAUMA DI MASA LALU

1. ANALISA.
Menganalisa penyebab trauma kita! Yup, cari tempat yang tenang, fokuskan pikiran dan ingatlah apa yg sudah terjadi... semua penyakit pasti ada obatnya, termasuk penyakit cinta, dan bila kita menemukan penyebabnya, Insya Allah kita juga bisa membuat penawarnya sendiri.

2. LET IT FLOW.
Apapun yg udah terjadi tentu sudah dituliskan oleh-NYA, dan kita hanya bisa ambil hikmahnya. Jika itu buruk maka berusahalah utk memperbaikinya dan jangan sampai terulang lagi. Biarkan semuanya dipupus waktu karena waktu adalah obat yg terbaik.

3. HADAPI & JANGAN TAKUT!.
Ya, Hadapi saja dan jangan pernah takut karena sesuatu yang buruk telah meninggalkan bekas yang begitu dalam pada diri kita (secara psikologis). Ketakutan hanya akan mengurung kita dalam trauma berkepanjangan, dan akan membuat kita pesimis dalam memandang dan menjalani hidup.

4. HAVING FUN.
Lakukan hal-hal yang menyenangkan yang membuat kita tak punya waktu untuk flashback pada penyebab trauma kita. Suasana yg menyenangkan akan membuat kondisi kejiwaan kita jadi rileks juga.

5. BERPRASANGKA BAIK.
Allah sudah berjanji bahwa Dia tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya. Segala ketentuan-Nya yang baik atau buruk.. ber-husnudzan saja!. Jika Dia menguji kita, maka itu artinya Dia masih sayang kita. Jangan jadikan itu sebagai pemicu trauma, tapi jadikan itu sebagai ajang koreksi diri. Apa yg menurut kita baik belum tentu menurut pandangannya baik, begitu pula sebaliknya.

6. TAKE IT OR LEAVE IT!.
Hidup adalah PILIHAN. Jika kita memilih seperti seekor burung yang terus terkurung di dalam sangkarnya, maka kita tak bisa melihat indanya dunia, tak bisa mensyukuri nikmat yang sudah kita dapatkan sampai hari ini. Jika kita meninggalkan trauma itu, maka kita telah memperbarui hidup kita. Pilihan itu ada pada kita sendiri. Kalaupun terkurung dalam trauma itu, maka itu adalah sebuah kesalahan karena hidup terus berputar.

7. BERDOA.
Ada ikhtiar pasti ada doa juga. Jika salah satunya kurang maka akan sia-sia saja. Setelah kita berusaha maka berdoalah agar Allah selalu memberi kekuatan pada kita agar bersabar dalam hidup, termasuk juga dalam menindak trauma kita. Sebenarnya Dia tak pernah memberi kita trauma, hanya saja kita yang menanggapinya terlalu berlebihan, sehingga menjadi sebuah trauma psikologis yang berkepanjangan. Kita yang harus mengubah trauma itu.
Read More � 7 LANGKAH JITU MENGHILANGKAN TRAUMA DI MASA LALU

Minggu, 13 Mei 2012

AU REVOIR, MY DEAR!!

Aku dan kamu, bagai karang-pantai mencintai laut lepas.
Dari jauh, aku mencintaimu dengan seluruh kekuranganku:
Menatap gelombang ombak-rambutmu atau menikmati kilai cahaya dirimu,
pada senja yang menenggelamkan matahari di matamu.

Aku dan kamu, bagai karang-pantai mencintai laut lepas.
Ribuan mil dari hatimu, setiap detik aku berusaha melacak cintamu
pada setiap buih ombak yang menghantam diriku.
Bila kukatakan padamu telah kutitipkan semua salamku
pada nadi-nadi sungai yang merambat bermuara menuju kedalam hatimu,
pernahkah ia benar-benar sampai kepadamu?

Hingga saatnya kita bertemu:
"Hai, Aku Yogi", kataku.
"Hai, Aku Putri", katamu.
Kemudian senyum kita bertemu.

"Carissa Putri Sulaiman?" Aku tersenyum, berharap kamu senang mendengarnya.
Tapi kamu diam saja. Aku pun jadi diam.
Barangkali kamu bertanya-tanya: Bagaimana aku mengetahui nama lengkapmu,
padahal kita baru kali pertama bertemu?

Sunyi bergetar di leher kita berdua.
Ah, bagaimana lagi, aku memang sudah tahu banyak hal tentang dirimu:
Setiap hari aku mengagumimu, sejak bertahun-tahun yang lalu.

Sejak pertemuan itu, aku merasa hari-hari kita begitu akrab;
Meski sebatas ombak yang setiap hari datang memberi sentuhan,
lalu pergi tanpa salam perpisahan.

Ah, mungkinkah sungai telah menyampaikan semua salamku kepadamu,
menyusun kata cinta yang berbata-bata menjadi sebuah sajak cinta,
dan kamu menerimanya?

"Aku suka kamu. Maukah kamu menjadi kekasihku?", kataku malam itu.
tapi kamu diam saja. Sayangnya bukan isyarat persetujuan.

"Maaf",katamu, "aku sudah punya pacar. Tepatnya calon suami, Kupikir kita hanya sebagai teman biasa".
Lalu kita terdiam. Tanpa senyuman.

Aku menatapmu, kamu menatapku.
ada getar yang menumpahkan ribuan kata yang tak terucapkan, jadi sepi yang bergaung.
Ombak memeluk mata kaki kita berdua,
malam tinggal bayang-bayang.

Sejak saat itu kita tak lagi bertemu.
Kamu kembali ke tempatmu,
aku tetap jadi karang-pantai yang cacat dihantam ombak.
Desau angin terdengar bagai lagu sedih.
Burung-burung hitam mengoak bagai caci-maki sepanjang hari.
Pantai yang tak punya perasaan.

Aku akan pergi, akhirnya aku memutuskan;
Lalu bersalin rupa menjadi manusia biasa,
mengemasi barang-barang dalam koper,
mengenakan kaus kaki dan sepatu.

Di setiap langkah yang kutempuh,
akan kulepaskan satu per satu kenangan tentang dirimu...
meski tak seluruhnya.

Dari ribuan sejarah manusia yang sedih,
barangkali aku salah satunya,
tapi haruskah aku menghabiskan hidup
hanya untuk menjadi karang-pantai yang bersedih?

Ombakmu melambai-lambai,
seolah memanggilku untuk kembali.
"Tetaplah menjadi karang-pantai."
Lamat-lamat aku mendengar suara itu.
Kupikir itu hanya perasaanku saja.

Tidak, kataku dalam hati. Aku telah memutuskan.
Aku akan menjadi yang lain: bayang-bayang, angin, pohon, gunung, atau langit.
Barangkali aku gagal menjadi kekasihmu,
tetapi cinta tetap ada: Untuk apa dan untuk siapa?,
biarlah ia menentukan nasibnya sendiri...

Aku dan kamu,
bagai karang mencintai laut lepas?
Rupanya tidak lagi.. :)
Read More � AU REVOIR, MY DEAR!!

Minggu, 11 Desember 2011

“SUMPAH AKU MENCINTAIMU, GARIS BAWAHI..!!, BUKAN DENGAN CINTA BUTA.”

Pernahkah terbesit di pikiranmu bahwa cinta itu rumit?
Seperti barisan integral berpangkat yang tak mampu kau sederhanakan.
Seperti persamaan garis linear dimana tak pernah kau temukan satu titik agar X dan Y bisa bercumbu bebas.
Seperti rumusan asam basa dimana unsur kimia yang satu belum tentu bisa kau campurkan dengan unsur kimia lainnya.
Seperti simbol, ikon, dan indeks yang tak cukup kau artikan dengan bahasa verbal.
Aku tak sedang menyetarakan cinta dengan ilmu pengetahuan yang pernah dan sedang diteliti manusia. Namun begitulah kenyataannya.
Seperti cinta kita.
Butuh pertimbangan khusus dan spekulasi matang untuk mencintaimu. Bukan, bukan berarti aku mencari untung rugi. Aku tahu cinta bukan hanya mencari kesenangan diri. Tapi kau perlu ingat, cinta itu tak timpang sebelah. Tak selamanya menerima itu indah, cobalah imbangi dengan memberi. Niscaya akan sempurna adanya.
Saat kuberikan hatiku seutuhnya untukmu, jagalah baik-baik. Jika terpikir olehmu untuk menyakitiku, tolong kau pikir lagi ribuan kali. Bila ada hasratmu untuk mencurangiku, kukatakan dari sekarang, simpan saja niatmu dan lupakanlah.
Luka masa lalu membuatku begitu hati-hati mencintaimu. Aku pernah terluka begitu lara. Terjerembab ke palung penyesalan paling dalam. Perih yang kurasa pernah hingga menusuk tulang, melumpuhkan segala sendi yang menumpu asa dan harapku.
Dari situlah aku belajar mencintaimu tak hanya dengan rasa, tapi juga logika. Aku tak ingin terlena hingga lupa melihat realita. Maaf, maafkan jika aku berlaku begini. Jangan menganggap cintaku setengah-setengah, aku tak sembarangan mencintaimu. Percayalah!
Tapi akupun ingin belajar padamu. Belajar mencintaimu dengan caramu mencintaiku. Saat kau rasa cintaku terlalu sengit, ingatkan aku akan cintamu yang sederhana. Sesederhana hitungan aritmatika anak-anak TK. Dimana satu ditambah satu tak selalu jadi dua. Sederhana. Seharusnya.
Read More â�¦ “SUMPAH AKU MENCINTAIMU, GARIS BAWAHI..!!, BUKAN DENGAN CINTA BUTA.”

Sabtu, 10 Desember 2011

Saat Tuhan Menciptakan Wanita


Ketika Tuhan menciptakan wanita, Dia lembur pada hari ke-6. Malaikat datang dan bertanya ”Mengapa begitu lama Tuhan?” Tuhan menjawab “Sudahkah engkau lihat semua detail yg Aku buat untuk menciptakan mereka? Dua tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan,punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan dan semua dilakukannya dengan 2 tangan ini.”

Malaikat itu takjub. ”Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!” Tuhan menjawab “Oh…tidak! Aku akan menyelesaikan ciptaan hari ini, karena ini adalah ciptaan favoritKU. Ya, dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari.”

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu. “Tapi Engkau membuatnya begitu lembut Tuhan?” “Yah…Aku membuatnya begitu lembut, tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang Aku berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa?” “Dia bisa berpikir?” tanya malaikat. Tuhan menjawab ”Tak hanya berpikir,dia mampu bernegoisasi.”

Malaikat itu menyentuh dagunya. “Tuhan Engkau buat ciptaan ini kelihatanya lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.” “Itu bukan lelah atau rapuh, itu air mata”. “Untuk apa?” tanya malaikat. Tuhan melanjutkan, “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian,penderitaan dan kebahagian.”
“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya. Wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”
“Ya mesti! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona bagi laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagian dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, terharu saat tertawa, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya, dia membawa temannya yang sakit untuk berobat…cintanya tanpa syarat.

Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat melihat temannya tertawa, dia begitu bahagia mendengar kelahiran, hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup, dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”
Tuhan melanjutkan, “Namun, hanya ada satu kekurangan wanita…Ia lupa betapa berharganya dia.“
Read More � Saat Tuhan Menciptakan Wanita

Rabu, 07 Desember 2011

APAKAH AKU HARUS MENYERAH?


Hidup emang gak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita angankan dan harapkan. Kita bisa saja mengatur rencana dengan sempurna, indah, dan tanpa celah. Tetapi, kadang kenyataan menunjukkan kita hanyalah manusia, yang hanya bisa membuat rencana, dan berusaha mewujudkannya, tetapi bukan menentukannya menjadi nyata.

Kadang hal ini memang menyebalkan.

Bagaimana dengan susah payah, kita membangun asa kita, menyusunnya, dan meninggikannya seakan-akan hampir menyentuh langit. Namun, akhirnya kenyataanlah yang merubuhkannya, menghabiskannya, dan meratakannya hingga tak tersisa. Meninggalkan kita sendiri dengan serpihan-serpihan asa dan harapan yang telah luruh dengan tanah.

Lalu, dengan seperti itu, apakah kita harus menyerah?


***


Well, beberapa hari ini, hidupku berjalan diluar rencana-rencana “sempurna”-ku, atau mungkin lebih pantas disebut rencana-rencana “tidak sempurna”. Apa yang udah aku usahakan, aku atur, dan telah ku tata seindah mungkin, gak berhasil menjadi nyata. Mulai dari kerjaan, hubungan percintaan, dan hal-hal lain yang masih berkaitan. Hal ini membuat ku sempat merasa jatuh. Benar-benar jatuh.

Bukan karena ketidak mampuan ku dalam menerima kenyataan. Tetapi, karena saat ini, keadaan menghimpit dan menyudutkan aku.

Ya, untuk masalah kali ini, datangnya bertubi-tubi. Seperti serangan peluru dari AK-47 yang seakan-akan hampir mustahil bagiku untuk bergerak, mengelak, apalagi melawannya. Masalah yang menyangkut tanggung jawabku. Tanggung jawab terhadap masa depanku (karir), dan tanggung jawabku sebagai anak laki-laki paling besar di keluarga. It’s too personal for me to share it here. Tapi percayalah, masalah ini hampir membuat otak ku kering karena terus menerus dipaksa untuk berpikir.

Aku sudah melakukan semua hal yang mungkin dan mampu ku lakukan. Aku sudah mengusahakan semua hal yang mungkin dan mampu ku usahakan. Aku sudah melakukan yang terbaik untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah yg senantiasa datang silih berganti. Tetapi, seperti yang ku katakan tadi, hidup tak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dan jujur, keadaan ini sempat membuat ku rapuh, lelah, dan sibuk. Saking sibuknya hingga akhir-akhir ini aku tak sempet tertawa. Aku tak sempet merasa bahagia.

Namun, aku sadar akan satu hal, bahwa sesungguhnya "kebahagiaan tidak tergantung pada bagaimana keadaan memperlakukan kita, tetapi, bagaimana kita memperlakukan keadaan". Ya, aku udah ngelakuin kesalahan dengan membiarkan keadaan mendikteku seperti ini. Gak ada gunanya cuma meratapi kegagalan dan keadaan, apalagi menunggu datangnya keajaiban. Aku harus move on. Karena seperti kata Mario Teguh :

“Janganlah menunggu keajaiban, tetapi ciptakanlah keajaiban bagi dirimu sendiri.”


Di sisi lain, aku juga melakukan kesalahan lain. Aku terlalu angkuh untuk mengakui bahwa saat ini aku memang lemah, saat ini aku memang tidak cukup kuat. Sehingga, setelah menyadari semua kesalahan-kesalahanku.. sekarang, aku harus jadi lebih kuat. Agar, aku pantas untuk bertahan... Agar aku pantas untuk bahagia.

Dan dengan seperti itu, setelah semua usaha, rencana, dan harapanku gagal, apakah aku akan menyerah?


Maaf, aku tetap tidak akan menyerah, sampai kapanpun!!

Aku akan terus berlari "MENGEJAR KESEMPURNAAN" yang selama ini ku cari!!

Read More � APAKAH AKU HARUS MENYERAH?

Rabu, 10 Agustus 2011

PENGUMUMAN HASIL UJIAN TULIS CALON MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA I PENGUKURAN DAN PEMETAAN KADASTRAL STPN TAHUN AKADEMIK 2011/2012



PENGUMUMAN
Nomor 188.5/0597
TENTANG
HASIL UJIAN TULIS CALON MAHASISWA BARU
PROGRAM DIPLOMA I PENGUKURAN DAN PEMETAAN KADASTRAL
SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL
TAHUN AKADEMIK 2011/2012

Berdasarkan Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta Nomor 200.05/0586 tanggal 09 Agustus 2011 tentang Penetapan Peserta Lulus Ujian Tertulis Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Tahun Akademik 2011/2012, diumumkan bahwa:

  1. Calon Mahasiswa yang namanya tercantum dalam Lampiran 1 Pengumuman ini dinyatakan LULUS Tes Tertulis pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral (D-1 PPK) Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Tahun Akademik 2011/2012;
  2. Bagi Calon Mahasiswa yang dinyatakan Lulus Tes Tertulis harus mengikuti Tes Kesehatan/Fisik dan Tes Wawancara sesuai jadual dan tempat pada Lampiran 2 Pengumuman ini.
  3. Biaya tes kesehatan/fisik dibebankan kepada peserta dan dibayarkan pada saat pelaksanaan tes dimaksud.
  4. Peserta yang dinyatakan Lulus Tes Tertulis tetapi tidak mengikuti Tes Kesehatan/Fisik dan Tes Wawancara dinyatakan GUGUR.
Demikian untuk menjadi maklum.

Dikeluarkan di : Yogyakarta
Pada Tanggal : 10 Agustus 2011

Mengetahui:

Sekretaris Utama
Badan Pertanahan Nasional
Republik Indonesia,

ttd

Managam Manurung, S.H., M.Kn.
NIP. 19531015 198103 1 007



A.n. Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
Kepala Bagian Administrasi Akademik
dan Kemahasiswaan
Selaku
Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru
Program Diploma I PPK
Tahun Akademik 2011/2012,

ttd

Drs. Arwin Baso
NIP. 19680204 199103 1 005



NB:
Untuk mendownload file secara lengkap,klik link berikut: Pengumuman
(sumber: website resmi STPN dan BPN-RI)
Read More � PENGUMUMAN HASIL UJIAN TULIS CALON MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA I PENGUKURAN DAN PEMETAAN KADASTRAL STPN TAHUN AKADEMIK 2011/2012

Minggu, 17 Juli 2011

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA I PENGUKURAN DAN PEMETAAN KADASTRAL STPN TAHUN AKADEMIK 2011/2012


PENGUMUMAN

Nomor: 188.5/0552



TENTANG



PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA I

PENGUKURAN DAN PEMETAAN KADASTRAL STPN TAHUN AKADEMIK 2011/2012



Berdasarkan Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta Nomor 200.05/0551 tanggal 18 Juli 2011 tentang Penetapan Peserta Lulus Seleksi Administrasi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Tahun Akademik 2011/2012 diumumkan bahwa:

1. Saudara yang tercantum dalam daftar terlampir dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi.

2. Pengambilan tanda peserta ujian di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) lokasi ujian pada tanggal 26 Juli 2011 pukul 08.00 – 14.00 waktu setempat, dan untuk lokasi ujian di Yogyakarta (STPN) pengambilan nomor pada tanggal 25 dan 26 Juli 2011 pukul 08.00 – 14.00 WIB.

3. Bagi peserta yang akan mengikuti ujian tulis di Jayapura pengambilan nomor ujian di Kanwil BPN Provinsi Papua (Jl. Tanjung Ria No. 26 Base’g Jayapura).

4. Tata cara pengambilan tanda peserta diatur sebagai berikut
- Pengambilan tanda peserta tidak dapat diwakilkan.
- Menyerahkan asli bukti pembayaran biaya pendaftaran.
- Menyerahkan 2 lembar pas foto berwarna ukuran 3x4 cm berlatar belakang merah.
- Menunjukkan Kartu Identitas Diri (KTP/SIM).

5. Ujian Tulis dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2011 serentak di seluruh lokasi ujian.

6. Pelaksanaan Ujian Tulis:
a. Tempat pelaksanaan ujian tulis di:
  1. STPN Yogyakarta (Jl. Tata Bumi No. 5 Yogyakarta);
  2. Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur (Jl. Gayung Kebonsari No.60 Surabaya);
  3. Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara (Jl. Brigjen Katamso No.45 Medan);
  4. Kanwil BPN Provinsi Sumatera Selatan (Jl. Pom IX Kampus No.1296 Palembang);
  5. Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Selatan (Jl. Cenderawasih No.438 Makassar).
  6. Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Selatan (Jl. D.I. Panjaitan No.20 Banjarmasin).
  7. Kanwil BPN Provinsi Nusa Tenggara Timur (Jl. El Tari No.70 Kupang);
  8. Kanwil BPN Provinsi Papua.(Jl. Tanjung Ria No.26 Base’g Jayapura);
b. Peserta ujian wajib melaksanakan ujian di lokasi/tempat yang telah ditentukan.
c. Materi ujian tulis meliputi Matematika dan Pengetahuan Umum, dengan jadual:
1. Matematika WIB: 08.00–10.00; WITA :09.00–11.00; WIT: 10.00–12.00
2. Peng. Umum WIB: 10.30–12.30; WITA: 11.30–13.30; WIT: 12.30–14.30
d. Peserta wajib membawa Tanda Peserta Ujian, Kartu Identitas Diri dan alat tulis (Pensil 2B, penghapus, alas tulis/clip board).

7. Pada saat mengambil tanda peserta ujian dan mengikuti ujian tulis peserta wajib berpakaian sopan dan rapi (bersepatu dan kemeja berkerah).

8. Apabila peserta tidak mengambil Tanda Peserta Ujian sampai batas waktu yang ditentukan, maka peserta dianggap mengundurkan diri dan dinyatakan GAGAL.

Demikian untuk menjadi maklum.



Yogyakarta, 18 Juli 2011



A.n. Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Kepala Bagian Administrasi Akademik dan

Kemahasiswaan

Selaku Ketua Panitia PMB Program Diploma I PPK

STPN Tahun Akademik 2011/2012,



ttd



Drs. Arwin Baso

NIP. 19680204 199103 1 005



File Pengumuman dapat diunduh di tautan berikut :


Lampiran Pengumuman : Daftar Peserta Ujian Tulis berdasarkan lokasi ujian

1. Lokasi ujian Medan

2. Lokasi ujian Palembang

3. Lokasi ujian Yogyakarta

4. Lokasi ujian Surabaya

5. Lokasi ujian Banjarmasin

6. Lokasi ujian Makassar

7. Lokasi ujian Kupang
Read More � PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA I PENGUKURAN DAN PEMETAAN KADASTRAL STPN TAHUN AKADEMIK 2011/2012