1. ANALISA.
Menganalisa penyebab trauma kita! Yup, cari tempat yang tenang, fokuskan pikiran dan ingatlah apa yg sudah terjadi... semua penyakit pasti ada obatnya, termasuk penyakit cinta, dan bila kita menemukan penyebabnya, Insya Allah kita juga bisa membuat penawarnya sendiri.
2. LET IT FLOW.
Apapun yg udah terjadi tentu sudah dituliskan oleh-NYA, dan kita hanya bisa ambil hikmahnya. Jika itu buruk maka berusahalah utk memperbaikinya dan jangan sampai terulang lagi. Biarkan semuanya dipupus waktu karena waktu adalah obat yg terbaik.
3. HADAPI & JANGAN TAKUT!.
Ya, Hadapi saja dan jangan pernah takut karena sesuatu yang buruk telah meninggalkan bekas yang begitu dalam pada diri kita (secara psikologis). Ketakutan hanya akan mengurung kita dalam trauma berkepanjangan, dan akan membuat kita pesimis dalam memandang dan menjalani hidup.
4. HAVING FUN.
Lakukan hal-hal yang menyenangkan yang membuat kita tak punya waktu untuk flashback pada penyebab trauma kita. Suasana yg menyenangkan akan membuat kondisi kejiwaan kita jadi rileks juga.
5. BERPRASANGKA BAIK.
Allah sudah berjanji bahwa Dia tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya. Segala ketentuan-Nya yang baik atau buruk.. ber-husnudzan saja!. Jika Dia menguji kita, maka itu artinya Dia masih sayang kita. Jangan jadikan itu sebagai pemicu trauma, tapi jadikan itu sebagai ajang koreksi diri. Apa yg menurut kita baik belum tentu menurut pandangannya baik, begitu pula sebaliknya.
6. TAKE IT OR LEAVE IT!.
Hidup adalah PILIHAN. Jika kita memilih seperti seekor burung yang terus terkurung di dalam sangkarnya, maka kita tak bisa melihat indanya dunia, tak bisa mensyukuri nikmat yang sudah kita dapatkan sampai hari ini. Jika kita meninggalkan trauma itu, maka kita telah memperbarui hidup kita. Pilihan itu ada pada kita sendiri. Kalaupun terkurung dalam trauma itu, maka itu adalah sebuah kesalahan karena hidup terus berputar.
7. BERDOA.
Ada ikhtiar pasti ada doa juga. Jika salah satunya kurang maka akan sia-sia saja. Setelah kita berusaha maka berdoalah agar Allah selalu memberi kekuatan pada kita agar bersabar dalam hidup, termasuk juga dalam menindak trauma kita. Sebenarnya Dia tak pernah memberi kita trauma, hanya saja kita yang menanggapinya terlalu berlebihan, sehingga menjadi sebuah trauma psikologis yang berkepanjangan. Kita yang harus mengubah trauma itu.
Read More รข�¦ 7 LANGKAH JITU MENGHILANGKAN TRAUMA DI MASA LALU
Menganalisa penyebab trauma kita! Yup, cari tempat yang tenang, fokuskan pikiran dan ingatlah apa yg sudah terjadi... semua penyakit pasti ada obatnya, termasuk penyakit cinta, dan bila kita menemukan penyebabnya, Insya Allah kita juga bisa membuat penawarnya sendiri.
2. LET IT FLOW.
Apapun yg udah terjadi tentu sudah dituliskan oleh-NYA, dan kita hanya bisa ambil hikmahnya. Jika itu buruk maka berusahalah utk memperbaikinya dan jangan sampai terulang lagi. Biarkan semuanya dipupus waktu karena waktu adalah obat yg terbaik.
3. HADAPI & JANGAN TAKUT!.
Ya, Hadapi saja dan jangan pernah takut karena sesuatu yang buruk telah meninggalkan bekas yang begitu dalam pada diri kita (secara psikologis). Ketakutan hanya akan mengurung kita dalam trauma berkepanjangan, dan akan membuat kita pesimis dalam memandang dan menjalani hidup.
4. HAVING FUN.
Lakukan hal-hal yang menyenangkan yang membuat kita tak punya waktu untuk flashback pada penyebab trauma kita. Suasana yg menyenangkan akan membuat kondisi kejiwaan kita jadi rileks juga.
5. BERPRASANGKA BAIK.
Allah sudah berjanji bahwa Dia tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya. Segala ketentuan-Nya yang baik atau buruk.. ber-husnudzan saja!. Jika Dia menguji kita, maka itu artinya Dia masih sayang kita. Jangan jadikan itu sebagai pemicu trauma, tapi jadikan itu sebagai ajang koreksi diri. Apa yg menurut kita baik belum tentu menurut pandangannya baik, begitu pula sebaliknya.
6. TAKE IT OR LEAVE IT!.
Hidup adalah PILIHAN. Jika kita memilih seperti seekor burung yang terus terkurung di dalam sangkarnya, maka kita tak bisa melihat indanya dunia, tak bisa mensyukuri nikmat yang sudah kita dapatkan sampai hari ini. Jika kita meninggalkan trauma itu, maka kita telah memperbarui hidup kita. Pilihan itu ada pada kita sendiri. Kalaupun terkurung dalam trauma itu, maka itu adalah sebuah kesalahan karena hidup terus berputar.
7. BERDOA.
Ada ikhtiar pasti ada doa juga. Jika salah satunya kurang maka akan sia-sia saja. Setelah kita berusaha maka berdoalah agar Allah selalu memberi kekuatan pada kita agar bersabar dalam hidup, termasuk juga dalam menindak trauma kita. Sebenarnya Dia tak pernah memberi kita trauma, hanya saja kita yang menanggapinya terlalu berlebihan, sehingga menjadi sebuah trauma psikologis yang berkepanjangan. Kita yang harus mengubah trauma itu.